Permakultur Lanskap Berkelanjutan Indonesia (Plan-B) merupakan lembaga yang aktif mendorong perubahan sosial, ekonomi dan lingkungan melalui pendekatan permakultur. Pembangunan hijau perlu didasarkan pada nilai-nilai kepedulian terhadap alam, kepedulian terhadap manusia dan ekonomi yang berkeadilan. Tanpa nilai-nilai tersebut maka pembangunan akan terjebak pada retorika semata yang terus mengorbankan kerusakan hutan, keanekaragaman hayati dan budaya.

Lembaga Plan-B terinspirasi dari konsepsi Permakultur yang diambil dari kata permanent dan agriculture oleh Bill Mollison dan David Holmgren pada tahun 1971. Permakultur kemudian berkembang menjadi pendekatan pengelolaan sumberdaya alam yang permanen menggunakan desain alam dari tingkat terkecil lingkungan rumah, lanskap perumahan, desa sampai bentang alam.

Plan-B berkantor di Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Sebuah lanskap pertanian seluas 1 hektar yang didesain menjadi hutan pangan untuk memenuhi nutrisi keluarga secara mandiri. Plan-B juga menerapkan kemandirian pemenuhan air minum, energi, pengelolaan sampah dan pendidikan rumah untuk keluarga. Sistem yang kami praktikan sendiri dan berhasil menciptakan kemandirian ekonomi yang kemudian kita bawa kedalam perjuangan yang lebih luas di masyarakat. Sehingga manusia dapat hidup bersama alam dan menciptakan keberlanjutan ekologis yang permanen.